Binaul Ummah Yogyakarta, 16 Agustus 2026 — Dengan penuh rasa syukur, Pondok Pesantren Binaul Ummah meresmikan gedung baru asrama putra yang diberi nama "Ribathul Qur'an" Peresmian ini menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan Pondok Pesantren Binaul Ummah, sekaligus simbol bertambahnya ikhtiar dalam menyediakan fasilitas belajar yang baru bagi para santri untuk menuntut ilmu, menghafal Al-Qur'an, serta membentuk pribadi yang berakhlak mulia.
Prosesi peresmian gedung asrama putra “Ribathul Qur’an” berlangsung dalam suasana penuh khidmat. Kegiatan ini dihadiri oleh segenap pengasuh Pondok Pesantren Binaul Ummah, asatiz wal asatizah Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Binaul Ummah, para tamu undangan, serta para santri putra Pondok Pesantren Binaul Ummah. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Bapak KH. Abdul Mu’thi, didampingi oleh Bapak Drs. Henry Sutopo, KH. Ihsanuddin Muslim, Lc., M.Pd.I., selaku pengasuh Pondok Pesantren Binaul Ummah, Bapak KH. Nadzif Masykur, KH. Aziz Muslim, Bapak Ikhsan Rizal, S.Pd.I., Gr., serta Ibu Ratih Heksana. Setelah prosesi pemotongan pita, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan bersama ke ruang-ruang asrama untuk melihat fasilitas dan kondisi gedung yang telah selesai dibangun. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penuh rasa syukur, menandai dimulainya pemanfaatan Gedung “Ribathul Qur’an” sebagai bagian dari fasilitas pendidikan dan pengasuhan santri putra.
Hadirnya Gedung Asrama Putra “Ribathul Qur’an” berawal dari kebutuhan Pondok Pesantren Binaul Ummah untuk mengembangkan fasilitas pendidikan dan pengasuhan seiring dengan bertambahnya jumlah santri. Gagasan mengenai pembangunan gedung baru mulai muncul pada Januari 2023, ketika pihak yayasan memperoleh tawaran lokasi pembangunan dengan luas sekitar 700 m² yang berada di seberang Kompleks 2 Binaul Ummah.
Kebutuhan tersebut semakin terasa seiring berkembangnya jumlah peserta didik, khususnya dengan bertambahnya kebutuhan ruang di lingkungan madrasah. Keterbatasan ruang kelas dan tempat tinggal menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengembangan fasilitas pesantren. Dari kebutuhan tersebut, muncul ikhtiar untuk menghadirkan sebuah bangunan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga dapat menunjang proses pembinaan santri.
Setelah melalui proses persiapan, pembangunan fisik Gedung “Ribathul Qur’an” mulai dilaksanakan pada Januari 2025 dan diselesaikan pada 15 Juli 2026. Selama proses pembangunan, berbagai pihak turut terlibat, mulai dari pengasuh dan yayasan, panitia pembangunan, donatur, wali santri, alumni, hingga masyarakat. Salah satu kontribusi alumni hadir melalui saudara Runa Irvan yang terlibat sebagai arsitek dalam perencanaan gedung.
Gedung yang berdiri di atas lokasi tersebut memiliki tiga lantai dengan fungsi yang disesuaikan dengan kebutuhan santri. Lantai dua dan tiga digunakan sebagai ruang asrama, sedangkan lantai pertama diperuntukkan sebagai aula yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan santri.
Dari sisi fasilitas, keberadaan gedung ini membawa sejumlah pembaruan dibandingkan kondisi asrama sebelumnya. Ruang tidur dilengkapi ranjang tingkat, memberikan penataan ruang yang lebih teratur dibandingkan sistem sebelumnya yang masih menggunakan kasur di lantai. Gedung ini juga dilengkapi dengan saluran air reverse osmosis (RO) sebagai salah satu fasilitas penunjang kebutuhan air minum santri.
Lebih dari sekadar tempat tinggal, kehadiran gedung ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keseharian santri tahfidz putra. Dengan ruang tidur yang lebih tertata, fasilitas yang lebih memadai, serta ruang bersama untuk berbagai kegiatan, para santri memiliki tempat yang dapat mendukung aktivitas mereka selama menjalani kehidupan di pesantren.
Setelah pembangunan selesai pada 15 Juli 2026, gedung ini siap digunakan dan menjadi bagian baru dari keseharian santri. Peresmian pada Ahad, 16 Agustus 2026 kemudian menjadi penanda dimulainya pemanfaatan gedung tersebut secara resmi. Di dalamnya akan berlangsung berbagai aktivitas yang dekat dengan keseharian santri, seperti beristirahat setelah kegiatan, belajar bersama, mengikuti kegiatan di aula, menjaga kebersihan, hingga menjalani rutinitas menghafal dan mempelajari Al-Qur’an.
Nama "Ribathul Qur'an" yang disematkan pada gedung ini juga membawa harapan tersendiri. Nama tersebut dipilih dengan harapan agar keberadaan asrama senantiasa mengiringi tumbuhnya jiwa-jiwa yang mencintai Al-Qur'an, menjaga kebersihan, hidup disiplin, dan berakhlak mulia, serta menjadi tempat yang mendukung para santri dalam menjaga hafalan dan menjalani proses belajar mereka.
Dari keseharian itulah harapan terhadap "Ribathul Qur'an" perlahan dibangun. Gedung ini diharapkan bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang yang menemani para santri dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, kepedulian terhadap kebersihan, kedisiplinan, dan akhlak mulia. Peresmian ini pun menjadi langkah baru bagi Pondok Pesantren Binaul Ummah dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang semakin mendukung perjalanan para santri dalam menuntut ilmu dan membentuk karakter. (nawa)
